Minggu, 12 Februari 2012

Bahaya Jalin Cinta Lewat Dunia Maya



VIVAnews - Kencan via dunia maya salah satu cara paling umum untuk memulai sebuah hubungan. Tetapi penelitian terbaru menunjukkan kencan dalam jaringan justru makin menyulitkan seseorang menemukan pasangan yang tepat.

Sebuah analisis terhadap 400 situs kencanonline mengungkap, dunia maya memang menawarkan akses luas untuk bertemu para lajang lain. Tapi di saat bersamaan pengguna akan kewalahan menentukan seseorang yang tepat karena banyaknya pilihan yang tersedia.

Penelitian yang dilakukan Northwestern University dan dipublikasikan dalam jurnalPsychological Science in The Public Interest juga menemukan proses yang terlibat dalam hubungan lewat dunia maya bukan tidak mencipta hubungan yang kuat. 

Temuan juga menunjukkan bahwa profil di situsonline tidak sepenuhnya berguna dan dapat mengaburkan objektifitas mitra potensial.

Penulis utama Eli J Finkel menjelaskan, "Kencan online sesuatu yang buruk dalam mempertemukan para lajang. Ada dua masalah di dalamnya, " katanya.

Pertama, seseorang harus meneliti daftar profil yang tak berujung. Situs kencan online juga kerap menampilkan profil yang tak berbicara banyak mengenai diri mereka. Kedua, katanya, terlalu banyak pilihan bisa menjadikan seseorang putus asa menemukan yang terbaik.

Finkel menyebut, berbelanja di "supermarket cinta" membuat orang memiliki terlalu banyak pilihan. Dan, pada akhirnya membuat orang malas dan membuat keputusan di saat terakhir.

Penggunaan algoritma berdasarkan kepribadian dalam menentukan kecocokan di situs kencan juga diperdebatkan. Algoritma yang dapat mengurangi jumlah mitra potensial dari ribuan untuk beberapa orang, memungkinkan ketidakcocokan sebagaimana dua orang yang bertemu secara acak.

"Pada akhirnya, kesamaan prediksi sangat sedikit," katanya pada Washington Post. 

Finkel menyebut keberhasilan situs kencan online didasarkan pada sesuatu yang tak ilmiah, tanpa tujuan dan berdasarkan data. "Tidak ada cara yang lebih baik untuk mengetahui apakah Anda serasi dengan seseorang kecuali mengobrol sambil minum teh atau kopi," kata Dr Finkel. (eh)

• VIVAnews

saTHREEa WirA